BRMP Sumbar Dukung Pemulihan Pertanian Pasca Bencana di Tanah Datar
Batusangkar (19/5). Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Barat turut menghadiri kegiatan Sosialisasi Sawah Pokok Murah dan Teknologi Salibu yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Kabupaten Tanah Datar, Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan sektor pertanian pasca bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Datar.
Sosialisasi tersebut dihadiri sekitar 160 peserta yang terdiri dari BRMP Sumatera Barat, Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Pengawas Benih Tanaman, pelaksana administrasi kegiatan pertanian kecamatan, serta perwakilan Kelompok Tani se-Kabupaten Tanah Datar.
Kegiatan dibuka oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melalui Sekretariat Daerah dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk BRMP Sumatera Barat sebagai mitra teknis dalam penguatan modernisasi dan penerapan teknologi pertanian di daerah.
Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa program pemulihan pertanian melalui metode Sawah Pokok Murah ditargetkan seluas 800 ha, sementara pengembangan metode Salibu ditargetkan mencapai 200 ha. Kedua kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi budidaya padi, mempercepat masa tanam, serta membantu petani mengurangi biaya produksi di tengah proses pemulihan lahan pertanian pasca bencana serta mendukung percepatan swasembada pangan di Kabupaten Tanah Datar.
Tim BRMP Sumatera Barat yang diwakili Rahmi Wahyuni dan Sumilah dari Kelompok Substansi Penerapan dan Penilaian Kesesuaian menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut melalui pendampingan teknologi, penguatan kapasitas petani, serta sinergi lintas sektor guna mendorong peningkatan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para peserta dapat memahami teknis pelaksanaan Sekolah Lapang Sawah Pokok Murah dan Salibu sehingga implementasi di lapangan berjalan optimal serta mampu mempercepat pemulihan ekonomi petani di Kabupaten Tanah Datar.