PROFIL DAN SEJARAH
BALAI BESAR PENERAPAN MODERNISASI PERTANIAN SUMATERA BARAT
Profil Singkat
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sumatera Barat (BRMP Sumbar) merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Pembentukan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian diawali dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 192 Tahun 2024 tentang Kementerian Pertanian, yang menjadi tonggak lahirnya BRMP sebagai unit eselon I strategis di lingkungan Kementerian Pertanian.
Selanjutnya, melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Lingkup Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, dibentuk Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) di berbagai provinsi, termasuk di Sumatera Barat.
Seiring penguatan kelembagaan dan kebutuhan percepatan transformasi pertanian modern, diterbitkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2025, yang menetapkan peningkatan status BRMP Sumbar menjadi Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sumatera Barat (Eselon II).
Peningkatan status ini mencerminkan penguatan peran strategis BRMP Sumbar dalam mendukung transformasi pembangunan pertanian modern, khususnya di Provinsi Sumatera Barat dan wilayah Sumatera.
Tugas dan Fungsi
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sumbar mempunyai tugas:
“Melaksanakan koordinasi dan pelaksanaan penerapan hasil perakitan dan perekayasaan paket teknologi spesifik lokasi, serta modernisasi pertanian”.
Dalam melaksanakan tugas tersebut, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sumbar menyelenggarakan fungsi:
Struktur Organisasi
Sebagai UPT Eselon II, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sumatera Barat dipimpin oleh seorang Kepala Balai Besar.
Dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Balai Besar dibantu oleh:
Struktur ini dirancang untuk memastikan tata kelola organisasi yang profesional, akuntabel, kolaboratif, dan responsif terhadap kebutuhan pembangunan pertanian modern.
Program Strategis
Dalam menjalankan mandatnya, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sumatera Barat mendukung pelaksanaan program strategis BRMP, yaitu:
Fasilitas Pendukung
Untuk menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sumatera Barat dilengkapi dengan:
Sejarah Kelembagaan
Lembaga penelitian pertanian di Sumatera Barat telah ada sejak berdirinya Balai Penyelidikan Teknik Pertanian Padang tahun 1952 di Sukarami. Posisinya berada di bawah Balai Penyelidikan Pertanian Bogor (BPP Bogor), yang mandatnya melakukan percobaan untuk wilayah Sumatera Barat. Pada tahun 1962, Balai ini dinamakan Lembaga Perwakilan Kebun Percobaan Sumatera Barat, yang kantornya berlokasi di bandar buat Padang.
Pada Tahun 1968, institusi ini berubah nama menjadi Lembaga Pusat Penelitian Pertanian Perwakilan Padang (LP3 Padang), selanjutnya berubah lagi menjadi Balai Penelitian Tanaman Pangan Sukarami (Balittan Sukarami) pada tahun 1980. Pada tahun 1983 kantor induknya pindah dari bandar buat ke Sukarami Solok.
Pada Tahun 1995, Balittan Sukarami berubah nama menjadi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sukarami (BPTP Sukarami) dengan wilayah kerja Sumatera Barat dan Bengkulu, yang 5 tahun kemudian berubah menjadi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Barat (BPTP Sumbar). Pada tahun 2023, BPTP Sumbar berubah nama menjadi Balai Penerapan Standardisasi Instrumen Pertanian Sumatera Barat (BPSIP Sumbar), kemudian di tahun 2024 namanya kembali berubah menjadi Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Sumatera Barat (BRMP Sumbar), kemudian di tahun 2026 sampe sekarang BRMP Sumbar berubah nama serta menjadi esselon II yaitu Balai Besar Penerapan Modernisasi Sumatera Barat.
Penutup
Dengan perjalanan kelembagaan sejak tahun 1952 hingga saat ini, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sumatera Barat telah menunjukkan kemampuan adaptif dalam merespons perubahan kebijakan nasional di sektor pertanian.
Transformasi dari Satker LP3 Padang , menjadi Balittan Sukarami dan kemudian BPTP, kemudian BPSIP, BRMP hingga kini berstatus Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (Eselon II) mencerminkan komitmen berkelanjutan dalam mendukung pembangunan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.
Sebagai bagian dari jaringan UPT BRMP di seluruh Indonesia, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sumatera Barat siap menjadi pusat penerapan teknologi modern, penguatan sistem produksi berbasis inovasi, serta mitra strategis pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat tani dalam mewujudkan transformasi pertanian berkelanjutan.