BRMP Sumbar Hadiri Rakor Pengembangan Sayuran dan Tanaman Obat, Perkuat Program Hortikultura
Padang, 22 Oktober 2026 — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Barat menghadiri rapat koordinasi pengembangan sayuran dan tanaman obat bersama Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Diseminasi BRMP Sumatera Barat pada Kamis (22/10) membahas pengembangan komoditas strategis hortikultura serta dukungan program untuk wilayah Sumatera Barat.
Dalam rapat tersebut, disampaikan alokasi kegiatan aneka cabai, Pengembangan Pekarangan Pangan Berkelanjutan (P2B), serta dukungan irigasi perpompaan untuk wilayah Sumatera Barat tahun 2026. Dalam kegiatan dijelaskan Sumatera Barat memperoleh alokasi kawasan cabai APBN seluas 115 hektare, P2B sebanyak 13 kelompok, kawasan cabai PRRB seluas 39 hektare, serta dukungan irigasi perpompaan sebanyak 18 unit.
Alokasi tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam memperkuat pengembangan komoditas cabai dan meningkatkan kapasitas produksi hortikultura di Sumatera Barat. Pelaksanaannya diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas, memperkuat ketersediaan pangan, serta mendorong keberlanjutan usaha tani masyarakat.
Selain itu dukungan sarana produksi disesuaikan dengan kebutuhan komoditas, antara lain benih bermutu, pupuk, dan mulsa. Dalam pelaksanaannya, sejumlah aspek menjadi perhatian bersama, meliputi pengawalan penyaluran bantuan dan kelengkapan Berita Acara Serah Terima (BAST), pendampingan teknis, serta pelaporan kegiatan secara terperinci hingga tingkat petani, mulai dari penanaman, panen, hingga produksi.
Melalui koordinasi bersama Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, BRMP Sumatera Barat berkomitmen mendukung pelaksanaan program strategis hortikultura melalui pengawalan teknis, koordinasi lintas pihak, dan penguatan diseminasi inovasi pertanian. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi sayuran dan tanaman obat serta memberikan manfaat nyata bagi petani di Sumatera Barat.