BRMP Sumbar lakukan koordinasi dan monitoring kegiatan Oplah Non Rawa di Kab. Solok Selatan
29 Oktober 2025. Dalam rangka mendukung percepatan swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo, Kementerian Pertanian menunjukkan komitmen melalui beberapa program strategisnya, salah satunya adalah optimalisasi lahan (OPLAH) Non Rawa. BRMP Sumbar yang diwakili oleh Tim LO Kabupaten Solok Selatan melakukan koordinasi dan monitoring kegiatan OPLAH Non Rawa dengan Dinas Pertanian Kabupaten Solok Selatan, khususnya Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian (PSP).
Pada kesempatan ini, Kabid PSP Kabupaten. Solok Selatan menyampaikan bahwa adanya kegiatan OPLAH ini sangat bermanfaat bagi kelompok tani dan diharapkan berdampak pada peningkatan IP Sawah di Kabupaten Solok Selatan kedepannya. Beliau menyampaikan bahwa Tahun 2025 ini Kabupaten Solok Selatan mendapat bantuan program Oplah di 3 (tiga) Kecamatan, yaitu Kecamatan Sangir, Pauh Duo dan Sangir Jujuan yang terbagi dalam 3 (tiga) tahap dengan total luasan yang terdampak sebesar 360 Ha.
Tim LO BRMP Sumbar juga menyampaikan bahwa BRMP Sumbar siap mendampingi dan mendukung semua program dan kegiatan yang ada di Kabupaten Solok Selatan, baik melalui kegiatan strategis Kementerian Pertanian saat ini maupun kegiatan dari Dinas Pertanian demi terwujudnya swasembada pangan nasional.
Setelah koordinasi, Tim LO Kabupaten Solok Selatan didampingi pihak Distan melakukan kunjungan dan monitoring kegiatan OPLAH Non Rawa di 3 (tiga) Kelompok Tani (Poktan) penerima bantuan OPLAH di Nagari Lubuk Gadang Timur, Kecamatan Sangir, yaitu Poktan Sungai Aro Saiyo dan Maju Bersama yang sedang dalam penyelesaian kontruksi pada Oplah Tahap II dengan masing-masing luasan terdampak adalah 12.35 Ha dan 24.27 Ha, serta Poktan Pelangi Tani yang telah selesai pelaksanaan kontruksi pada Oplah Tahap I dengan luasan terdampak 14 Ha.
Di Lapangan, Tim juga berdiskusi dengan ketua poktan penerima bantuan yang ada di lokasi, terkait progres dan kendala dalam pelaksanaan program ini. Salah satunya, Ketua Poktan Sungai Aro Saiyo. Beliau sangat mengharapkan penyelesaian segera konstruksi ini karena sudah 17 tahun lamanya tidak pernah bertanam padi sawah dikarenakan sulit mendapatkan air karena fasilitas irigasi yang rusak. "Kami sangat mengharapkan konstruksi bisa selesai pertengahan Bulan November ini sehingga bisa segera tanam di akhir Bulan November atau awal Bulan Desember. Saat ini kami juga sudah bertahap melakukan pengolahan lahan kembali untuk persiapan tanam padi sawah", ujarnya penuh semangat.