BRMP Sumbar lakukan Pendampingan Kegiatan Strategis Kementan di Kota Kuali
Sawahlunto, Agustus 2025. Konsisten Percepat Program Swasembada Pangan, , Kepala BRMP Sumbar Dr. Salwati, SP. MSi., dan tim LO Kota Sawalunto BRMP Sumbar bersama Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat dan Badan Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V lakukan pendampingan kegiatan strategis Kementan di Kota Sawahlunto, Rabu, 27 Agustus 2025.
Dr. Salwati, SP MP dan tim disambut langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto didampingi tim terkait. Dalam paparannya, Heni Purwaningsih, SP. MP., menyampaikan realisasi LTT dan Oplah, penjelasan terkait perbedaan target pusat dan KSA, permasalahan di lapangan dan upaya penanganan yang telah dilakukan dalam rangka pencapaian target swasembada pangan.
Permasalahan utama program swasembada pangan di Kota Sawahlunto adalah kekeringan karena kurangnya curah hujan dan kondisi topografi kota yang berbentuk cekungan diantara bukit barisan.
Kondisi ini menyebabkan areal sawah berada jauh diatas permukaan sungai sehingga, membutuhkan upaya khusus untuk menaikan air guna mengairi sawah serta tekstur tanah yang porous yang menyebabkan kemampuan tanah dalam menyimpan air rendah.
Lahan sawah yang sebagian besar terdiri dari spot-spot kecil dan terpencar menyebabkan syarat teknis luasan sawah untuk pembangunan irigasi tidak dapat terpenuhi. Saat ini penggunaan pompa irigasi menjadi salah satu solusi mengatasi masalah pengairan sawah di Kota Sawahlunto.
Tahun 2024, Kota sawahlunto telah mendapatkan bantuan pompa irigasi 3, 4 dan 6 inci dari Program PAT Pompanisasi Kementerian Pertanian dan telah disalurkan serta dimanfaatkan oleh petani. Namun dalam pelaksanaannya tidak berjalan optimal karena masalah keringmya sumber air dan keterbatasan dana pembelian bahan bakar pompa oleh kelompok tani.
Menindaklanjuti hal tersebut, Dr. Salwati, SP. M.Si ., dan rombongan lakukan tinjauan lapang ke beberapa titik lokasi kegiatan Program Swasembada Pangan. Dari tinjauan lapang ini didapat gambaran umum dan justifikasi permasalahan di lapangan. Sebagai pijakan penting solusi pemecahan masalah kedepannya, sehingga pencapaian target IP dan swasembada pangan Kota Sawahlunto tahun 2025 diharapkan dapat terwujud.