BRMP Sumbar Sosialisasikan PM-AAS, Wujudkan Pertanian Modern untuk Percepat Swasembada Pangan
Solok (11/6). Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Barat terus mendorong transformasi sektor pertanian melalui penerapan teknologi modern. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Sungai Rotan, Nagari Cupak, Kabupaten Solok, Kamis, 11 Juni 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh 106 peserta terdiri dari Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Pemerintah Nagari Cupak, penyuluh pertanian, kelompok tani dan tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian. Sosialisasi tersebut menjadi langkah awal dalam memperkenalkan sistem budidaya padi modern yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, dan daya saing pertanian daerah.
Penyuluh pertanian ahli utama BRMP Sumatera Barat, Rifda Roswita, menjelaskan bahwa PM-AAS merupakan model pertanian modern diterapkan pada hamparan sawah yang luas dan relatif datar dengan metode Tanam Benih Langsung (Tabela), aplikasi pupuk kompos atau pupuk kandang, pembenah tanah, serta pengelolaan air yang lebih terukur dan efisien.
"PM AAS dirancang untuk meningkatkan efisiensi budidaya sekaligus mendorong peningkatan hasil panen melalui penerapan teknologi dan standar budidaya yang tepat," jelas Rifda.
Pada demplot pengujian PM- AAS di Nagari Cupak, varietas yang digunakan adalah Inpari 50 Marem, yaitu varietas unggul yang memiliki ketahanan terhadap rebah batang dan potensi produktivitas tinggi. Selain itu, bentuk bulirnya yang panjang dinilai sesuai dengan preferensi masyarakat Sumatera Barat.
Sesi layanan dan konsultasi budidaya berlangsung interaktif. Para peserta menyampaikan berbagai masukan dan pertanyaan terkait jadwal pelaksanaan kegiatan, pendampingan petani, analisis usaha tani, peluang penggunaan varietas lokal, hingga penerapan alat Tabela pada lahan yang lebih kecil. Menanggapi hal tersebut, narasumber menegaskan bahwa lokasi PM AAS di Nagari Cupak akan menjadi laboratorium lapangan sekaligus wahana pembelajaran bersama bagi petani, penyuluh, dan BRMP Sumatera Barat dalam mengembangkan teknologi pertanian modern sesuai petunjuk teknis yang berlaku.
Varietas Inpari 50 Marem yang ditanam pada kegiatan ini memiliki potensi hasil mencapai 8–10 ton per hektare dengan umur panen sekitar 114 hari setelah tanam. Potensi tersebut menjadi salah satu harapan dalam meningkatkan produksi padi sekaligus mendukung program modernisasi pertanian yang tengah digencarkan pemerintah.
Melalui kegiatan ini, BRMP Sumatera Barat berharap penerapan PM AAS di Nagari Cupak dapat menjadi contoh pengembangan pertanian modern yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan. Keberhasilan program ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan produksi pangan, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.