Dukung Swasembada Pangan, Sawahlunto Gagas Program "Gerak Lekas" untuk Pulihkan Lahan Bekas Tambang
SAWAHLUNTO (10/6)– Dalam rangka koordinasi, monitoring, dan evaluasi program Swasembada Pangan, Tim Liaison Officer (LO) Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Provinsi Sumatera Barat melakukan kunjungan lapangan ke Kota Sawahlunto. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau lokasi sawah yang akan diintegrasikan ke dalam Program PM-AAS, sebuah inisiatif yang digagas oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.
Sebagai langkah awal sebelum diterapkan secara luas oleh masyarakat, Pemerintah Kota Sawahlunto akan melakukan uji coba (pilot project) di lahan seluas 0,25 hektar. Lokasi uji coba ini tersebar di dua wilayah, yaitu Kecamatan Barangin dan Kecamatan Talawi.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sawahlunto, Hendrawati, mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama dalam menggenjot Luas Tambah Tanam (LTT) padi di wilayahnya adalah maraknya alih fungsi lahan. Banyak sawah produktif yang berubah menjadi lokasi tambang emas.
Aktivitas tambang tersebut tidak hanya merusak bentang alam persawahan, tetapi juga menghancurkan saluran irigasi. Akibatnya, lahan yang dulunya subur kini menjadi tidak produktif.
Merespons tantangan tersebut, Pemerintah Kota Sawahlunto meluncurkan sebuah inovasi strategis bernama Gerak Lekas (Gerakan Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang Emas). Program ini difokuskan untuk mereklamasi dan mengoptimalkan kembali lahan-lahan rusak pascatambang agar bisa ditanami komoditas tanaman pangan dan hortikultura.
Di tengah kendala lahan tersebut, Sawahlunto terus memacu target produksinya. Saat ini, realisasi LTT di Kota Sawahlunto telah mencapai 49,44% atau seluas 1.577,93 hektar.
Pemerintah kota optimis dapat mengejar target realisasi hingga akhir tahun sebesar 3.191,5 hektar, dengan target Indeks Pertanaman (IP) mencapai 2.06 (artinya dalam setahun, lahan dapat dipanen lebih dari dua kali). Melalui sinergi program pusat dan inovasi daerah ini, Sawahlunto berkomitmen penuh untuk menyukseskan swasembada pangan yang berkelanjutan.