Giat Pemulihan lahan terdampak bencana : Pasaman Barat Selesaikan Tanam di Lahan Terdampak Bencana
Pasaman Barat, 13 Mei 2026. Kabupaten Pasaman Barat merupakan salah satu daerah yang terkena dampak Banjir Hidrometeorologi pada November 2025. Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pasaman Barat melakukan gerak cepat untuk merehabilitasi sawah yang terdampak banjir di Kecamatan Talamau dan Ranah Batahan. Adapun alokasi rehab sawah di daerah ini seluas 172 ha dan termasuk kategori ringan sehingga perlu dilakukan Optimasi Lahan (Oplah) oleh Kementerian Pertanian.
Proses rehabilitasi sawah oleh Ditjen LIP melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pasaman Barat telah selesai dilaksanakan mulai dari Penetapan CPCL, Pelaksanaan SID, Pelaksanaan Konstruksi serta olah lahan. Kegiatan dilanjutkan dengan tanam serempak di wilayah binaan penyuluh masing-masing yang turut dibantu percepatannya oleh BRMP Sumbar melalui koordinasi, sinergi dan aksi di tingkat lapang termasuk dengan Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Sumatera Barat.
Katimker Penyuluh Pasaman Barat, Rizqi Welhepi, pada rabu (13/5) melaporkan bahwa Pasaman Barat sudah menyelesaikan pertanaman hingga 100% pada area rehabilitasi lahan terdampak bencana. Data tanam di lokasi rehab sawah ini juga telah disampaikan ke Kelsi Penyuluh Prov. Sumbar yang direkaputulasi dan disampaikan lebih lanjut ke Kepala Pusat Pelatihan, BBPPSDMP selaku Penanggung Jawab Satgas bencana Prov. Sumbar dan Kapala BRMP Sumbar (Salwati) Selaku Penanggung Jawab Swasembada di provinsi.
"Semoga ini bisa menjadi ikhtiar kita semua dalam pemulihan lahan di Pasaman Barat, perekonomian masyarakat petani sekitar dapat segera pulih seperti semula, petani bisa terus berusaha tani, bisa terus peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dan bisa tercapainya target Luas Tambah Tanam (LTT) khusus bulan Mei ini", ujar Salwati.
Selanjutnya kegiatan ini menjadi upaya dalam menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Pasaman Barat.