Pendampingan CPCL Benih dan Pupuk PM-AAS dalam Mendukung Swasembada Pangan di Kota Bukittinggi
Bukittinggi (21/8/2026) — Tim BRMP Sumatera Barat melaksanakan kegiatan pendampingan dan konfirmasi data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) benih dan pupuk untuk mendukung penerapan teknologi Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) di Kota Bukittinggi pada Jumat (21/8).
Kegiatan ini berlangsung di kantor Dinas Pertanian dan Pangan yang sekaligus merupakan BPP Mandiangin dan disambut oleh Sekdis, Erlina, Ketua Tim Kerja Penyuluhan beserta tim bertujuan untuk mengkonfirmasi data CPCL, khususnya terkait kebutuhan benih dan pupuk dalam mendukung penerapan teknologi PM-AAS di Kota Bukittinggi.
Berdasarkan hasil konfirmasi, terdapat target penerapan pada lahan seluas 56 hektare, dengan rencana jadwal tanam yang dilaksanakan secara bertahap mulai Agustus hingga Oktober 2026.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas sejumlah kendala, di antaranya penggunaan benih lokal Kuriak Kusuik yang dinilai sesuai dengan kondisi Bukittinggi serta keterbatasan sumber air irigasi yang masih bergantung pada embung dan curah hujan.
Tim penyuluh telah mempersiapkan demplot PMAAS di Mandiangin dan membuat drum seeder sederhana. Sementara itu, penerapan oleh petani sukarela masih dalam tahap persiapan, terutama penyediaan benih, pupuk organik, pupuk anorganik, dan silika. Karena sebagian besar petani telah melakukan penanaman.
Pada kesempatan yang sama, Tim juga mengunjungi lokasi demplot BPP yang direncanakan dengan jadwal tanam pada awal September 2026.
Melalui kegiatan pendampingan dan koordinasi ini, diharapkan penerapan teknologi PM-AAS dapat terlaksana secara tepat sasaran dan didukung dengan ketersediaan benih serta pupuk yang memadai. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong penerapan inovasi teknologi pertanian yang mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani serta berkontribusi terhadap terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan di Kota Bukittinggi.