Petani Tiumang Dharmasraya Antusias Dukung Pertanian Modern
Dharmasraya, (6/8) — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Barat melaksanakan Sosialisasi Pertanian Modern - Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Nagari Sungai Langkok, Kecamatan Tiumang, Kabupaten Dharmasraya. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat pemahaman dan kesiapan petani dalam penerapan pertanian modern di tingkat lapangan.
Sosialisasi dihadiri lebih dari 30 orang peserta yang merupakan perwakilan dari 12 kelompok tani didampingi oleh penyuluh pertanian. Ratna Wulandari sebagai narasumber dari BRMP Sumatera Barat memberikan pemaparan terkait pelaksanaan PM-AAS serta penerapan inovasi teknologi dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
PM-AAS di Kecamatan Tiumang memiliki target pengembangan lahan seluas 47 hektar, yang terbagi dalam 2 Nagari, yaitu Nagari Sungai Langkok 25 ha dan Nagari Tiumang 22 ha.
Antusiasme petani terlihat dari keaktifan peserta dalam berdiskusi, menyampaikan kondisi usaha tani, serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait teknologi dan permasalahan yang mereka hadapi di lahan.
Dalam penerapan PM-AAS di Nagari Sungai Langkok, varietas padi yang akan digunakan adalah Cakrabuana. Penggunaan varietas tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas serta memberikan hasil yang optimal dalam pelaksanaan program.
Petani setempat juga telah menerapkan inovasi, salah satunya penanaman menggunakan alat tanam tanam benih langsung menggunakan paralon yang mereka sebut "mengicir". Selain itu, penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) telah diterapkan untuk mendukung berbagai tahapan proses usaha tani diantaranya combine harvester, traktor, pemanfaatan bahan organik dan lain lain. Ketersediaan teknologi pertanian juga semakin terbuka dengan adanya jasa penyewaan drone pertanian di lokasi ini.
Di tengah kesiapan petani menerapkan pertanian modern, masih terdapat sejumlah kendala yang perlu mendapatkan perhatian. Salah satu permasalahan utama yang disampaikan petani dalam kegiatan sosialisasi adalah banyaknya padi liar atau yang dikenal oleh petani setempat dengan sebutan "padi setan" di lahan sawah yang keberadaannya cukup mengganggu pertumbuhan tanaman padi utama yang dibudidayakan. Permasalahan tersebut menjadi topik utama yang dibahas dalam sesi diskusi. Hal tersebut menunjukkan bahwa petani tidak hanya siap menerima teknologi, namun juga membutuhkan pendampingan teknis untuk menghadapi permasalahan spesifik yang muncul di lapangan.
Dengan PM-AAS, petani berharap dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani.
Petani juga menyampaikan harapan agar pemerintah dapat memberikan dukungan dan pendampingan secara berkelanjutan selama pelaksanaan PM‐AAS.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara BRMP Sumatera Barat, penyuluh pertanian Kabupaten Dharmasraya, dan kelompok tani dalam mensukseskan program pertanian modern sehingga memberikan manfaat nyata serta mendukung pembangunan pertanian di Kabupaten Dharmasraya.