BRMP Sumbar Gelar Webinar Teknologi Budidaya Kedelai untuk Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Barat menyelenggarakan webinar bertajuk "Teknologi Budidaya Kedelai untuk Meningkatkan Produktivitas Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan" pada Jumat (3/7/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 15.00 WIB ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas petani, penyuluh pertanian, serta masyarakat umum mengenai penerapan teknologi budidaya kedelai yang efektif guna mendukung program swasembada pangan nasional.
Webinar menghadirkan Hery Nugroho, Pengawas Benih Tanaman BRMP Jambi, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Hery menyampaikan berbagai teknologi budidaya kedelai mulai dari pemilihan varietas unggul, teknik penanaman yang sesuai, pengelolaan kesuburan tanah, pemupukan berimbang, hingga strategi pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Penerapan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kedelai sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi dalam negeri.
Kegiatan ini dipandu oleh Salwati, Kepala BRMP Sumatera Barat, yang bertindak sebagai moderator. Dalam arahannya, Salwati menegaskan bahwa pengembangan komoditas kedelai menjadi salah satu upaya strategis dalam mendukung program swasembada pangan berkelanjutan. Melalui webinar ini, BRMP Sumatera Barat berkomitmen memperluas diseminasi inovasi teknologi pertanian kepada para pelaku utama dan pelaku usaha di sektor pertanian agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing komoditas kedelai.
Webinar berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana peserta berkesempatan berkonsultasi langsung mengenai berbagai tantangan budidaya kedelai di lapangan. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap informasi dan inovasi teknologi budidaya kedelai. Melalui kegiatan ini, BRMP Sumatera Barat berharap terjalin sinergi antara pemerintah, penyuluh, peneliti, dan petani dalam mempercepat adopsi teknologi modern guna mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.