BRMP Sumbar Hadiri Koordinasi Percepatan Verifikasi CPCL dan pengadaan Benih PM-AAS di Jakarta
Jakarta (29/10/2026) - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Barat menghadiri kegiatan Koordinasi Percepatan Verifikasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) bantuan benih untuk penerapan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Kamis (29/10).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Cakrabuana, Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan ini bertujuan untuk mempercepat proses finalisasi usulan CPCL serta koordinasi pengadaan bantuan benih yang akan disalurkan kepada petani penerima manfaat dalam rangka mendukung penerapan metode PM-AAS di Provinsi Sumatera Barat.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala BRMP Sumatera Barat bersama Tim Pendampingan Modernisasi Pertanian BRMP Sumbar serta tim dari Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Dalam pertemuan ini, dilakukan pembahasan dan verifikasi terhadap usulan CPCL benih, ketersediaan benih, serta kesesuaian varietas yang dapat memenuhi kebutuhan petani untuk pelaksanaan kegiatan PM-AAS.
Melalui koordinasi dan percepatan verifikasi CPCL tersebut, diperoleh hasil bahwa sebanyak 36% dari target penerapan PM-AAS di Provinsi Sumatera Barat telah dapat dipenuhi kebutuhan benihnya, baik melalui penyediaan benih varietas unggul nasional maupun varietas lokal. Capaian ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemenuhan kebutuhan sarana produksi bagi petani yang akan menerapkan metode PM-AAS.
BRMP Sumatera Barat terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan guna menindaklanjuti hasil verifikasi hingga distribusi bantuan kepada petani. Dukungan ketersediaan benih diharapkan dapat mempercepat implementasi PM-AAS serta meningkatkan produktivitas pertanian di Provinsi Sumatera Barat.
Melalui sinergi antara BRMP Sumatera Barat dan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, percepatan pelaksanaan PM-AAS diharapkan dapat berjalan optimal sebagai salah satu upaya mendukung peningkatan produksi padi dan mewujudkan swasembada pangan nasional.