BRMP Sumbar Perkuat Pendampingan Perbenihan dan Penerapan Standar Pertanian di Padang Pariaman
Padang Pariaman (8/9/2026) - Upaya memperkuat penerapan standar pertanian di Sumatera Barat terus dilakukan melalui pengembangan dan pengawalan mutu sumber daya genetik pertanian. Salah satunya melalui kegiatan panen benih NS (Nucleus Seed) varietas padi Putiah Papanai serta pengembangan cabai Kuhay di Kabupaten Padang Pariaman.
Panen benih padi Putiah Papanai dilaksanakan pada kelompok tani Pasa Teleng, Kecamatan 2 X 11 Enam Lingkung, sementara pengembangan cabai Kuhay dilaksanakan pada kelompok tani Saiyo Basamo, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan benih sumber sekaligus mempertahankan karakteristik dan potensi varietas lokal yang memiliki nilai bagi pertanian Sumatera Barat.
Melalui panen benih NS, proses produksi benih diarahkan untuk menjaga kemurnian varietas, mutu genetik, kesehatan tanaman, serta ketertelusuran proses produksi. Penerapan prinsip tersebut menjadi pondasi penting dalam menghasilkan benih bermutu yang selanjutnya dapat mendukung penyediaan benih untuk pengembangan di tingkat petani.
Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat penerapan standar pertanian, yaitu mendorong setiap tahapan budidaya dan perbenihan dilaksanakan sesuai persyaratan mutu dan prosedur yang ditetapkan. Dengan standar yang diterapkan secara konsisten, produktivitas dapat ditingkatkan, mutu hasil lebih terjamin, dan daya saing komoditas pertanian semakin kuat.
Pengembangan cabai Kuhay turut menjadi perhatian sebagai bagian dari upaya menggali dan mengembangkan potensi sumber daya genetik lokal. Pengelolaan varietas lokal secara terstandar diharapkan tidak hanya menjaga keberadaannya, tetapi juga membuka peluang pengembangan menjadi komoditas yang bernilai ekonomi bagi petani.
BRMP Sumatera Barat bersama pemangku kepentingan terkait terus mendorong sinergi antara pelestarian sumber daya genetik, produksi benih bermutu, penerapan standar budidaya, dan pendampingan petani. Langkah ini diharapkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan pertanian Sumatera Barat yang semakin bermutu, produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.