BRMP SUMBAR DAN BALAI VETERINER BUKITTINGGI KAWAL CPCL AYAM PETELUR
Pasaman Barat, 29–30 Oktober 2026. BRMP Sumatera Barat bersama Balai Veteriner Bukittinggi melaksanakan pengawalan Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) bantuan ayam petelur di Kabupaten Pasaman Barat. Kegiatan ini difokuskan pada identifikasi kondisi calon lokasi, kesiapan kelompok penerima, serta pemenuhan persyaratan teknis dan sarana pendukung budidaya. Pengawalan turut didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Ranah Batahan.
Peninjauan dilakukan di Kelompok Tani Sri Murni, Nagari Desa Baru, yang diketuai oleh Romli. Kelompok tersebut menyiapkan lahan seluas 200 x 7 meter sebagai calon lokasi budidaya ayam petelur. Meskipun sebagian lahan saat ini masih dimanfaatkan untuk budidaya itik, Romli menyampaikan bahwa kegiatan tersebut akan dihentikan pada akhir Oktober, sehingga pembongkaran kandang lama dan penyemprotan disinfektan dapat segera dilakukan. Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula pemeriksaan calon gudang penyimpanan yang akan menjadi lokasi dropping bantuan pakan, vaksin, disinfektan, dan obat-obatan lainnya, guna memastikan sarana penyimpanan dan distribusi kebutuhan budidaya telah siap saat bantuan direalisasikan.
Pengawalan ini menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan teknis calon penerima dan calon lokasi. Melihat antusiasme dan kesiapan kelompok, PPL Kecamatan Ranah Batahan turut berkomitmen mendampingi penyelesaian administrasi serta mempercepat pengusulan melalui aplikasi e-Banper. Rizki Wilheppi selaku Ketua Tim Kerja Penyuluh Kabupaten Pasaman Barat juga menyatakan akan memonitor proses pengusulan agar seluruh dokumen dapat diverifikasi di tingkat kabupaten pada minggu pertama November.
Melalui sinergi pengawalan yang dilakukan secara terpadu, BRMP Sumatera Barat bersama Balai Veteriner Bukittinggi dan jajaran penyuluh pertanian mendorong agar kesiapan calon penerima dan lokasi berjalan seiring dengan proses administrasi bantuan. Dengan demikian, ketika bantuan direalisasikan, kelompok tidak hanya telah memenuhi persyaratan sebagai penerima, tetapi juga benar-benar siap melaksanakan budidaya. Langkah ini menjadi penting untuk memastikan bantuan ayam petelur dapat dimanfaatkan secara optimal, berkelanjutan, dan memberikan hasil sesuai dengan tujuan program.