BRMP Sumbar Turut Edukasi Peserta SLI Tematik BMKG
Sukarami (15/10) – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Barat turut ambil bagian dalam mengedukasi para petani melalui kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik Pertanian yang dilaksanakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Auditorium BRMP Sumbar Sukarami, Kamis (15/10). Acara yang diikuti oleh 50 peserta dari unsur petani, penyuluh, Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), hingga petugas pengamat hujan ini merupakan rencana kerja tahunan BMKG. Pelaksanaan SLI ini bertujuan sebagai sarana diseminasi informasi iklim serta pemanfaatannya di sektor pertanian guna mengantisipasi ancaman perubahan pola hujan, iklim ekstrem, dan dinamika serangan hama yang memengaruhi pertumbuhan tanaman.
Dalam sambutannya, perwakilan BRMP Sumbar, Sumilah, menekankan pentingnya menerjemahkan informasi dan potensi iklim agar dapat dipahami serta diterapkan secara efektif oleh masyarakat. BRMP Sumbar terus berkomitmen mendukung penerapan standar, diseminasi, dan penguatan teknologi pertanian spesifik lokasi yang terintegrasi dengan data iklim, sejalan dengan dukungan terhadap program PM-AAS dari Kementerian Pertanian. Sementara itu, Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG, Urip Haryoko, menyampaikan bahwa iklim tidak boleh hanya dipandang sebagai ancaman bencana hidrometeorologi, melainkan sumber daya yang membawa kesejahteraan jika dikelola dengan baik. Adapun salah satu program BMKG adalah dengan edukasi terkait Climate Smart Agriculture (pertanian cerdas iklim).
Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Desnirizaldi, yang menyambut hangat kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa Kabupaten Solok sebagai lumbung pangan komoditas beras dan hortikultura sangat rentan terhadap variabilitas iklim, sehingga edukasi cuaca dan iklim amat krusial agar petani dapat menjalankan budidaya secara lebih bijak dan ramah lingkungan. Dinas Pertanian Kabupaten Solok siap mendukung penuh sinergi berkelanjutan ini demi meningkatkan kapasitas serta kesejahteraan para petani di wilayah setempat.
Pada sesi materi, narasumber dari BMKG memaparkan terkait dasar ilmu cuaca dan iklim, BPTPH terkait pemanfaatan informasi iklim dalam pengendalian OPT, dan BRMP Sumbar membekali peserta dengan pengetahuan praktis mengenai pengenalan dan aplikasi sistem budidaya pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim. Pendekatan budidaya yang dipaparkan mengusung prinsip ramah lingkungan dan menerapkan konsep pertanian cerdas iklim (Climate Smart Agriculture). Melalui integrasi ilmu iklim dan teknologi budidaya ini, diharapkan sinergi antarlembaga dapat melahirkan sektor pertanian yang lebih tangguh dan berkelanjutan.