BRMP Sumbar Ikuti Diskusi Percepatan CPCL Kawasan Kakao di Sumatera Barat
Padang, 15 Oktober 2026 — BRMP Sumatera Barat mengikuti rapat diskusi percepatan Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) kawasan kakao di Provinsi Sumatera Barat yang diinisiasi oleh Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan. Kegiatan dilaksanakan di Aula Bidang Perkebunan Tanaman Tahunan dan Penyegar, Kantor Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat.
Rapat dipimpin oleh Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Dr. Abdul Roni Angkat, S.TP., M.Si., bersama Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, Ir. Afniwirman, serta Kepala BRMP Sumatera Barat, Dr. Salwati, SP., M.Si. BBPPTP Medan turut hadir melalui perwakilan Kepala Bagian Umum dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Diskusi diikuti oleh Kepala Dinas Pertanian dan ketua tim kerja penyuluh dari Kabupaten Lima Puluh Kota, Solok Selatan, Padang Pariaman, Kabupaten Solok, Pasaman, dan Pasaman Barat. Turut hadir perwakilan Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Balai Pengawasan dan Pengujian Mutu Benih Sumatera Barat, tim pendampingan BRMP Sumbar, serta pihak penyedia benih kakao.
Pertemuan ini membahas berbagai permasalahan yang ditemukan di lapangan sekaligus merumuskan solusi dan tindak lanjut untuk mempercepat proses pengusulan CPCL kawasan kakao. Salah satu kesepakatan yang dihasilkan adalah pengajuan CPCL melalui aplikasi e-Banper dilakukan oleh penyuluh, sedangkan dinas terkait berperan dalam mendukung legalisasi administrasi dan surat-menyurat yang diperlukan.
Melalui koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, tim pendampingan, lembaga pengawasan mutu benih, dan penyedia benih, penyaluran bantuan benih kakao di Provinsi Sumatera Barat ditargetkan dapat diselesaikan seluruhnya pada Desember 2026.
BRMP Sumatera Barat terus mendukung koordinasi dan pendampingan pelaksanaan program modernisasi pertanian guna memastikan kegiatan pengembangan kawasan kakao berjalan sesuai target dan memberikan manfaat bagi petani.